PELATIHAN REGULASI EMOSI UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI EMERGING ADULTS DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU NON-SUICIDAL SELF-INJURY

Authors

  • Muhammad Rifky Universitas Negeri Makassar
  • Widyastuti Universitas Negeri Makassar
  • Andi Fitri Wahyuni Universitas Negeri Makassar

Keywords:

pelatihan regulasi emosi, harga diri, emerging adults, non-suicidal self-injury.

Abstract

Individu pada fase emerging adulthood rentan mengalami tekanan emosional akibat berbagai tuntutan perkembangan yang kompleks. Ketidakmampuan dalam mengelola tekanan tersebut secara adaptif dapat memicu munculnya perilaku menyakiti diri tanpa niat bunuh diri (non-suicidal self-injury), terutama pada individu dengan tingkat harga diri yang rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan regulasi emosi dalam meningkatkan harga diri pada individu emerging adulthood yang memiliki kecenderungan perilaku non-suicidal self-injury. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Partisipan berjumlah sepuluh orang berusia 18 hingga 25 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria memiliki tingkat harga diri rendah hingga sedang serta riwayat non-suicidal self-injury dalam enam bulan terakhir. Instrumen yang digunakan meliputi skala harga diri yang dikembangkan berdasarkan aspek-aspek dari Coopersmith (1967), serta modul pelatihan regulasi emosi yang diadaptasi dari Fitriani dan Gina (2024). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, dan diperoleh nilai signifikansi sebesar p = 0,005 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan regulasi emosi secara signifikan efektif dalam meningkatkan harga diri pada emerging adults yang memiliki kecenderungan perilaku non-suicidal self-injury.

Downloads

Published

2026-08-10

How to Cite

Muhammad Rifky, Widyastuti, & Andi Fitri Wahyuni. (2026). PELATIHAN REGULASI EMOSI UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI EMERGING ADULTS DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU NON-SUICIDAL SELF-INJURY. Afeksi: Jurnal Psikologi, 4(1), 9–17. Retrieved from https://jurnal2.kolibi.id/index.php/afeksi/article/view/1860